Monthly Archives: October 2010

Indonesia Pavilion’s Creative Display Wins Expo Award


[SHANGHAI] – The Indonesia Pavilion at World Expo 2010 Shanghai received the Bronze World Expo Award for Creative Display in a ceremony attended by hundreds of representatives from participating pavilions at World Expo Center on Saturday evening, October 30th, 2010.

Indonesia Pavilion was represented by Pavilion Deputy Commissioner General Ms. Hesti Endah Kresnarini and Pavilion Cultural Deputy Director and Exhibit Display Designer Ms. Pincky Sudarman. “This is totally unexpected, a big surprise for everyone of us,” Ms. Sudarman said as she delivered the trophy to other members of Indonesia Pavilion team. “We thank the Shanghai World Expo organizers, all the visitors of our pavilion, the partners and supporters of the pavilion, for making Indonesia’s presence a remarkabe success,” added Ms. Hesti Endah Kresnarini.

Read the rest of this entry

Advertisements

Solidarity action of YPAC Surakarta for victims of natural disaster in Merapi and Mentawai


The solidarity action of YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat or Foundation for the Advancement for Children with Disabilities) Surakarta for victims of natural disaster in Merapi and Mentawai. This morning they held a music charity performances to collect donation to help Mentawai and Merapi victims. The performances was held in front of their office in Jl. Slamet Riyadi when the road was closed for car free day.

They give me many valuable lessons. There are still many of us that care of each other even they who are have disabilities have big sense of humanity.

This disaster made us unite and forget about the differences. This is what can make world peace.
Sorry for my bad english and for the short and low quality of video. My compact camera battery runs out and I forgot to change the video resolution.

————————————————-

Sebuah aksi solidaritas dari anak-anak YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) Surakarta untuk korban bencana alam di Merapi dan Mentawai. Pagi ini mereka menggelar pertunjukan musik amal untuk mengumpulkan sumbangan untuk membantu korban bencana alam di Mentawai dan Merapi. Pertunjukan diadakan di depan kantor mereka di Jl. Slamet Riyadi ketika jalan ditutup untuk car free day.

Mereka memberi saya banyak pelajaran berharga. Masih banyak dari kita yang peduli satu sama lain bahkan mereka yang memiliki kekurangan, memiliki rasa kemanusiaan yang besar.

Bencana ini membuat kita bersatu dan melupakan tentang perbedaan. Hal inilah yang dapat membuat terjadinya perdamaian dunia.

Maaf untuk video yang pendek dan kualitasnya yang jelek. Baterai kamera kompak saya hampir habis dan saya lupa untuk mengubah resolusi video.

I Move On (Sintel’s Song), a Great Song from Great Movie


Sintel


“Sintel” is an independently produced short film, initiated by the Blender Foundation. The film was made using Blender, free open source 3D content creation suite made by the same foundation.

The plot follows the girl Sintel as she goes on a quest around the world to find a baby dragon she calls “Scales”. Back in her hometown, she first discovers Scales while looking for food. However, after discovering that the wing of the dragon was injured, she helps nurse it back to health. She develops a close bond with Scales, yet one day after its wing recovers and it begins to fly, it is taken away by a fully grown dragon. Sintel travels across the world in her attempt to rescue Scales, fighting off attacks from beasts and humans. She eventually finds a cave holding a fully grown dragon and Scales. She attempts to rescue Scales, but the fully grown dragon discovers her. It nearly kills her, but hesitates. Sintel recovers and manages to slay it before realizing that over the course of her journey, Scales had grown into an adult dragon – the one she had just killed. Only then does she realize her mistake and her own aging. She leaves the scene behind her and the baby dragon, now left on its own, follows her. (source: wikipedia)


You can buy the DVD (to support them) or download the film for free at http://www.sintel.org/

Or you can watch it online on YouTube: Watch Sintel on YouTube

Read the rest of this entry

Vote Komodo as the New 7 Wonders of Nature


Vote KomodoDukung Komodo National Park sebagai salah satu dari “New 7 Wonders of Nature”. New 7 Wonders of Nature adalah sebuah ajang pemilihan tempat-tampat yang dianggap merupakan suatu keajaiban alam terbaik di dunia.

Pemilihan New7Wonders of Nature ini diserahkan kepada kita untuk memilih tempat-tempat mana saja yang pantas untuk dijadikan sebagai New 7 Wonders of Nature. Pemilihan dilakukan dengan menggunakan telepon atau dengan cara mengisi voting yang telah disediakan di situs New7Wonders.

Komodo National Park menjadi salah satu dari 28 finalis yang akan berkompetisi untuk menjadi salah satu dari New 7 Wonders of Nature. Komodo National Park akan bersaing dengan taman-taman nasional negara lain untuk menjadi salah satu dari 7 Keajaiban Dunia kategori Alam yang baru.

Mangapa harus ikut memilih?

Jika kita ingin menyelamatkan alam, pertama-tama kita harus menghargainya terlebih dahulu. Sebagian besar kerusakan yang terjadi di Bumi tempat kita berpijak ini disebabkan oleh ketidakpedulian kita sendiri terhadap Alam/Bumi. Taman Nasional Komodo bukan hanya tempat perlindungan bagi spesies langka Komodo saja tetapi juga sebagai rumah bagi dari berbagai macam spesies ikan dan koral yang hidup di bawah laut, hutan mangrove, berbagai macam hewan dan tumbuhan yang hidup baik di pulau Komodo maupun yang hidup disekitarnya. Pulau Komodo juga merupakan salah satu tempat penyelaman terbaik di dunia.

 

Jadi, mari kita dukung Komodo National Park sebagai salah satu dari New 7 Wonders of Nature!

 

* Situs resmi New 7 Wonders of Nature: http://www.new7wonders.com/

* Halaman untuk voting New 7 Wonders of Nature: http://www.new7wonders.com/community/en/new7wonders/new7wonders_of_nature/voting

* Halaman tentang cara voting lewat telepon: http://www.new7wonders.com/en/the_whole_world_of_new7wonders/new7wonders_of_nature/international_telephone_voting_line/


indonesia.travel versi Bahasa Indonesia


Akhirnya Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia merilis situs indonesia.travel dalam versi Bahasa Indonesia yang bertajuk Indonesiaku!. Untuk orang seperti saya yang bahasa Inggrisnya pas-pasan terus terang agak malas membaca tulisan-tulisan dalam bahasa Inggris terutama bila tulisannya terlalu panjang. Jadi saya bersyukur pihak Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia telah bersedia membuat versi Bahasa Indonesia dari situs indonesia.travel.

Saya suka dengan situs ini karena situs ini menyediakan berbagai informasi yang menarik dan berguna seputar kebudayaan dan pariwisata Indonesia. Semoga situs ini dapat semakin baik dan berkembang mengikuti kebutuhan dari para pengguna.

I Love Indonesia!

 

link: http://www.indonesia.travel/id


Solo Car Free Day


Solo Car Free Day kali ini sedikit berbeda karena hingga sekitar pukul 06.30 WIB kota Solo diselimuti oleh kabut. Yang juga spesial di pagi ini adalah munculnya puluhan ribu mungkin sampai jutaan Laron yang terbang bersamaan dengan munculnya kabut setelah sekian lama (mungkin hampir 1 tahun) tidak melihat hewan ini. Laron merupakan metamorfosis dari rayap dan menurut pengamatan saya Laron biasanya muncul di pagi berkabut setelah pada malam hari sebelumnya terjadi hujan.

Pendidikan mengenai lingkungan perlu dilakukan sejak dini


Pendidikan mengenai lingkungan perlu dilakukan sejak dini. Saya merasa, saat ini banyak sekali orang yang tidak peduli terhadap lingkungan. Contoh kecil: saya banyak melihat orang-orang yang membuang sampah sembarangan tak terkecuali anak-anak.

Padahal sampah-sampah bila tidak diperlakukan dengan semestinya dapat mencemari lingkungan dan mengakibatkan berbagai penyakit bahkan dapat menimbulkan bencana seperti banjir.

Sebaliknya, bila kita mampu memperlakukan lingkungan dengan baik maka lingkungan pun akan memberikan timbal balik yang baik untuk kita. Misalnya, bila kita menanam pohon di halaman rumah atau pinggir pohon, pohon tersebut akan memberikan kita keteduhan dan perlindungan dari panasnya sinar matahari. Selain itu pohon yang kita tanam tersebut juga dapat menyaring udara kotor dan memberikan udara yang bersih dan sehat kepada kita. Pohon juga dapat mempercantik dan memperindah lingkungan kita bahkan berbagai jenis pohon tertentu juga dapat menghasilkan makanan yang nikmat bagi kita lewat buah yang mereka hasilkan.

Oleh karena itu pendidikan mengenai lingkungan sangat penting diajarkan sejak dini mulai dari keluarga, sekolah sampai kehidupan bermasyarakat. Sebaiknya Kementrian Pendidikan Nasional mau menambahkan pendidikan lingkungan sebagai salah satu mata pelajaran pokok terutama di pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) sebagai salah satu upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

%d bloggers like this: